Aksara Lota adalah aksara asli Kabupaten Ende, warisan tulis leluhur yang para ahli linguistik sebut nyaris punah. Sejak 1991, pemerintah daerah tidak lagi menggunakannya secara resmi. Pada 2013, hanya ditemukan satu orang di seluruh Ende yang masih bisa membacanya. Dalam keadaan inilah Taman Baca Anak Merdeka memilih untuk tidak diam.
Selama 8 tahun, Taman Baca Anak Merdeka, melalui program Endelogia aktif mempelajari, menyuarakan, dan meregenerasi aksara Lota melalui jalur komunitas. Kelas aksara Lota di Endelogia diajarkan langsung oleh Ibu Maria Matildis Banda, dosen Fakultas Sastra Universitas Udayana, penulis, dan peneliti paling otoritatif tentang aksara Lota di Indonesia. Beliau telah meneliti aksara ini sejak 1993 dengan dukungan Ford Foundation dan membukukannya dalam "Lota Aksara Ende" (2005).
Hingga kini, sekitar 30 orang telah belajar aksara Lota melalui Endelogia. Angka itu mungkin terdengar kecil, namun di tengah kondisi di mana aksara ini hampir tidak ada yang bisa membacanya satu dekade lalu, setiap orang yang belajar adalah satu mata rantai keberlanjutan yang diselamatkan. Endelogia sedang mengerjakan apa yang para ahli rekomendasikan selama puluhan tahun, regenerasi aksara Lota melalui jalur komunitas, sementara pemerintah daerah belum bergerak.
0 Komentar